Jakarta, 15 Juli 2025 — Sebuah langkah penting kembali diukir dalam upaya menciptakan kampus yang aman dan inklusif. LLDIKTI Wilayah 3, bekerja sama dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Atiqoh Noer Alie Center, pada 15 Juli 2025 di Aula KH. A Azhar Basyir, Gedung Cendekia, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 252 perwakilan Satgas PPKPT dari berbagai kampus di bawah koordinasi LLDIKTI 3.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peluncuran Crisis Response System (CRS) sebagai aplikasi pelaporan dan respons cepat kasus kekerasan yang telah dikembangkan oleh LLDIKTI Wilayah 3 dan Panduan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi yang diterbitkan oleh Atiqoh Noer Alie Center. Forum ini menjadi ajang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi, mengapresiasi, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penanganan kekerasan di dunia kampus.
Dalam sambutannya, Inspektur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Catharina M. Girsang, mengungkapkan data terkini mengenai peningkatan kasus kekerasan di perguruan tinggi yang menjadi perhatian serius kementerian. Ia menjelaskan bahwa Inspektorat Jenderal memiliki tugas dan fungsi strategis dalam melakukan pengawasan, menerima, memverifikasi, dan menindaklanjuti laporan kekerasan yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. “Angka kekerasan di kampus menunjukkan tren yang memerlukan respons lebih cepat dan sistem yang lebih terintegrasi. Kita tidak boleh lengah dalam melindungi sivitas akademika,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irjen Catharina memberikan apresiasi tinggi atas hadirnya aplikasi Crisis Response System (CRS) yang dikembangkan oleh LLDIKTI 3. Menurutnya, aplikasi tersebut merupakan inovasi penting yang memudahkan proses pelaporan dan pemantauan tindak lanjut kasus kekerasan secara cepat, transparan, dan terukur. “Sistem CRS menjadi contoh konkret bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk perlindungan hak-hak korban dan percepatan penanganan kasus,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Irjen Catharina juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Atiqoh Noer Alie Center atas penerbitan Buku Panduan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi yang disusun bersama Satgas PPKPT UMJ dan mitra-mitra terkait. Ia menilai panduan tersebut sangat komprehensif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. “Panduan ini bukan hanya sekadar dokumen, tetapi merupakan instrumen praktis yang bisa langsung diterapkan oleh setiap Satgas PPKPT. Saya mengapresiasi upaya kolaboratif ini yang patut menjadi contoh bagi wilayah lain,” tutur Irjen Catharina.
Irjen Catharina juga mengungkapkan harapannya agar panduan ini dapat diaplikasikan di seluruh kampus di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kualitas dan kedalaman materi yang ada di dalam panduan ini mampu mendorong akselerasi pembangunan ekosistem kampus aman secara nasional. “Jika panduan ini direplikasi dan diadaptasi secara luas, maka upaya kita dalam mewujudkan perguruan tinggi bebas dari kekerasan akan semakin nyata hasilnya,” imbuhnya.
Forum ini juga diisi dengan diskusi panel dan sesi tanya jawab, di mana perwakilan Satgas PPKPT dari berbagai kampus menyampaikan pengalaman mereka menghadapi tantangan penanganan kasus kekerasan, mulai dari keterbatasan sumber daya, resistensi budaya, hingga mekanisme pelaporan yang masih perlu disederhanakan.
Dr. Khaerul Umam Noer, M.Si., Direktur Eksekutif Atiqoh Noer Alie Center, dalam kesempatan tersebut juga menekankan bahwa panduan dan aplikasi hanya akan bermakna apabila dilaksanakan dengan komitmen, keberanian, dan integritas. “Kami berharap panduan ini menjadi rujukan hidup, bukan hanya dibaca tapi diterapkan dengan sepenuh hati demi kampus yang lebih aman, inklusif, dan bermartabat,” ujarnya.
Dengan hadirnya apresiasi dari Inspektorat Jenderal, forum ini menjadi momentum penting bagi kampus-kampus di wilayah LLDIKTI 3 untuk semakin serius membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang efektif. Kegiatan ini menutup rangkaian peluncuran dan sosialisasi panduan dengan semangat kolaborasi, transparansi, dan keberpihakan pada korban sebagai nilai utama.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Email: sekretariat@atiqohcenter.id
Website: www.atiqohcenter.id